10 Binatang Paling Mematikan di Dunia | Kumpulan Cerita Lucu

Saturday, August 18, 2012

10 Binatang Paling Mematikan di Dunia

Binatang-binatang yang hidup di dunia tidak selamanya bersahabat dengan manusia. Ada beberapa yang membahayakan bahkan bisa menyebabkan kematian bagi jutaan manusia. Apa saja itu? Berikut rangkumkan untuk Anda.
1. Nyamuk
Hewan paling berbahaya dan mematikan di dunia adalah nyamuk, yang dalam setahun membunuh 2 hingga 3 juta orang di seluruh dunia. Dia mampu menyebarkan beberapa jenis penyakit mematikan melalui gigitannya yang membawa parasit. Beberapa penyakit mematikan yang disebarkan oleh nyamuk adalah Demam Berdarah Dengue dan Malaria. Penyakit lainnya yang disebarkan nyamuk adalah Kaki Gajah, Sakit Kuning, dan Virus Nil Barat. Umumnya penyakit-penyakit ini menyebar di negara-negara tropis. Namun, karena perubahan iklim, nyamuk juga mampu hidup dan menyebarkan
penyakit di negara-negara beriklim subtropis dan kutub seperti Inggris, New Zealand, dan Jepang.dapat membunuh 2-3korban Jt/Thn.

2. Ular Berbisa

Di posisi kedua terakhir, hadir ular berbisa yang merupakan salah satu hewan yang paling berbahaya di dunia. Di dunia ini, setidaknya ada 450 jenis ular beracun, dan 250 di antaranya mampu membunuh manusia. Kejadian penyerangan ular terhadap manusia paling banyak terjadi Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Manusia merupakan mangsa yang paling mudah bagi racun masuk ke aliran darahnya. Sekali menyuntik bisanya, bisa lari ke sekujur tubuh manusia. Dalam setahun, 50 hingga 125 ribu manusia tewas akibat digigit ular berbisa.


3. Kucing Besar

Meskipun banyak dikagumi masyarakat dunia, kucing besar termasuk hewan paling berbahaya di dunia. Masuk dalam kategori ini adalah singa, harimau, dan jaguar. Dengan kecepatan lari yang cepat, mereka bisa menangkap mangsa yang berlari lebih lambat darinya dengan mudah, termasuk manusia. Di Tanzania, sekitar 70 orang dibunuh oleh singa. Umumnya, jenis kucing besar ini hidup di Afrika dan Asia. Setiap tahunnya di dunia, kucing besar menyebabkan 800-2000 orang terbunuh per tahun.
4. Kalajengking

Meskipun kecil, kalajengking lebih banyak menyebabkan kematian dibandingkan kucing besar dan buaya. Serangga berkaki delapan ini tercatat seringkali menyebabkan kematian paling fatal melalui bisa yang berada di ujung ekornya. Dalam setahun, sekitar 800 orang tewas akibat sengatan kalajengking.

5. Hiu Putih Besar
Hiu putih besar, Nama ilmiah Carcharodon carcharias, juga dikenal sebagai putih besar, pointer putih, hiu putih, atau kematian putih, adalah besar lamniform hiu yang ditemukan di perairan pesisir di seluruh permukaan besar lautan . Hiu putih besar dikenal karena ukurannya, dengan individu terbesar yang diketahui telah mendekati atau melampaui 6 meter (20 kaki) panjangnya, dan 2.268 kilogram (5.000 lb) berat. Hiu ini mencapai kematangan pada sekitar 15 tahun dan dapat memiliki rentang hidup lebih dari 30 tahun.
Hiu putih besar ini bisa dibilang terbesar yang dikenal di dunia dan masih ada ikan makro predator dan merupakan salah satu predator utama mamalia laut . Ia juga dikenal untuk memangsa berbagai hewan laut lainnya, termasuk ikan , pinnipeds , dan burung laut . Ini adalah hidup hanya dikenal spesies dari perusahaan genus , Carcharodon , dan peringkat pertama dalam daftar jumlah    serangan tercatat pada manusia. The IUCN memperlakukan hiu putih besar sebagai hiu yang mudah menyerang , dan termasuk dalam Appendix II dari CITES .

6. Buaya Air Asin

Diurutan paling buncit binatang paling mematikan di dunia adalah buaya. Kebanyakan ditemukan di Afrika dan Australia. Buaya memiliki kecepatan dan kekuatan menggigit tulang yang luar biasa. Air merupakan wilayah dan tempat hidup reptil yang telah ada sejak zaman Jurrasic ini. Hewan ini juga dapat bergerak secepat lumba-lumba di air. Dalam serangannya yang mematikan terhadap mangsanya, baik berupa hewan maupun manusia, buaya menggunakan mulutnya untuk menangkap mangsa kemudian melumpuhkannya dengan berguling-guling. Dalam setahun, buaya menyebabkan antara 600 hingga 800 kematian.

7. Ubur-ubur Kotak

Ubur-ubur kotak berbentuk transparan biru muda, lonceng atau kubus dengan 4 sisi. Kecepatannya hingga 4 knot. Ubur-ubur memiliki sel-sel sengat (cnidocyte) yang berisi nematocyst di tentakel. Suatu kapsul (nematocyst) dalam alat bisa (cnidoblast) terdiri dari struktur pemicu dan penyengat. Saat korban bersentuhan dengan tentakel, ratusan hingga ribuan nematocyst dikeluarkan. Tekanan nematocyst memaksa sengatan menyebar cepat, toksin yang melumpuhkan.
Tak ada peluang selamat dari sengatan bisa kecuali cepat ditangani. Rasa sangat sakit hingga anaphylactic shock dan tenggelam sebelum mencapai pantai meskipun belum semua bisa bekerja. Orang yang disengat harus dirawat seperti korban gigitan ular dan segera dibawa ke rumah sakit setelah pertolongan pertama. Sengatan sangat beracun yang dapat menyebabkan kematian. Predator sangat beracun.

8. Beruang Polar

Beruang Kutub (Inggris: polar bear) atau beruang es atau dalam nama ilmiahnya Ursus maritimus adalah mamalia besar dalam aturan marga keluarga biologi Ursidae. Dia termasuk spesies circumpolar yang terdapat di sekitar benua paling utara bumi, yaitu benua Artik dan termasuk beruang paling karnivora di antara keluarga beruang lainnya. Beruang kutub kadang-kadang juga diklasifikasi sebagai mammalia laut.
Beruang kutub jantan memiliki berat antara 400 – 600 kilogram dan kadang-kadang dapat mencapai lebih dari 800 kg dengan tinggi mencapai lebih dari 2,5 meter. Sedangkan Beruang kutub betina hanya separuh dari berat beruang jantan dengan berat antara 200 – 300 kg dan tinggi sekitar 2 meter. Beruang kutub memiliki indera penciuman yang sangat tajam. mereka dapat mencium bau bangkai ikan paus atau anjing laut dari jarak 20 mil.
Beruang kutub adalah perenang yang handal karena dapat berenang sejauh 60 mil tanpa berhenti. Mereka menggunakan tungkai depannya untuk berenang dan tungkai belakang sebagai kemudi. Kelenjar minyak pada kulitnya dapat meminyaki bulunya dengan baik sehingga tahan air dan membuat tubuhnya tetap kering selama berenang.
Meskipun makanan utama beruang kutub adalah ikan dan anjing laut, namun dengan kekuatan cakar beruang yang tajam dan pukulan yang kuat dari kaki depannya siapapun tidak akan mampu bergeming jika sudah dalam terkamannya.

9. Celeng Liar


Celeng liar tidak sepenuhnya vegetarian; mereka makan binatang kecil seperti serangga, kadal dan katak (pada kesempatan tertentu), dan tidak akan menolak bangkai . Namun, seperti segala jenis babi lainnya, mereka juga menkonsumsi tanaman. Berat badan jantan mencapai 300 kg (meskipun langka, dapat digambarkan beratnya lebih dari 1 ton) dan memiliki gading besar yang tajam dan dapat membuka dengan mudah untuk merobek perut pemangsa.
Babi liar jantan dewasa dikenal dapat menangkis serigala tanpa bantuan apapun! Betina memiliki taring yang lebih kecil tetapi juga masih sangat berbahaya, terutama ketika mereka memiliki anak babi untuk dilindungi. 

10.Katak Dart


Katak Dart ini merupakan salah satu hewan paling beracun yang pernah ada di muka bumi. Seekor katak dari spesies ini yang panjangnya hanya dua inci / lima centimeter mempunyai cukup racun untuk membunuh sepuluh orang dewasa, terutama yang berwarna emas. Racun mereka terletak hampir di seluruh permukaan kulit, terutama di punggung mereka. Indigenous Emberá, orang-orang asli Kolombia telah melumuri sejata mereka dengan racun katak ini ketika berburu. Oleh sebab itu senjata mereka diberi nama “blowgun dart” sesuai dengan nama kataknya. Katak Dart beracun ini mempunyai warna yang paling indah dan mengagumkan di dunia tergantung dari habitat mereka. Habitat mereka adalah sepanjang Costa Rika hingga Brasil. Warna mereka bisa bermacam-macam seperti kuning, emas, tembaga, merah biru, hijau atau hitam. Banyak spesies berwana mencolok yang merupakan hewan paling mematikan di dunia. Jika anda tersesat di hutan maka sebaiknya menghindari hewan atau tumbuhan dengan warna mencolok. Beberapa spesies katak ini mempunyai “parenting habit” seperti membawa telur mereka dipunggung. Pejantan sering kali secara eksklusif menjaga sarang mereka dan berperan penting dalam tugas transportasi telur. Makanan alami mereka adalah lalat, jangkrik, semut, rayap dan kumbang.Para ilmuan belum yakin darimana asal racun yang mengagumkan tersebut, beberapa dugaan bahwa katak ini membuat racunnya dengan mencerna beberapa jenis racun tumbuhan, yang dibawa oleh mangsa mereka. Katak Dart yang tumbuh dalam penangkaran dan terisolasi dari serangga di habitat asli tidak pernah menghasilkan racun.

2 komentar:

jajiboge said...

makasih untuk pengetahuan nya

dunia said...

Idih ngeri sama celeng

Post a Comment

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.

Like Facebook